Jumat, 19 Agustus 2011

JENDELA DUNIA
             Itu yang dikatakan orang tentang buku. Tapi masalahnya sekarang ini ‘jendela dunia’ tersebut lebih banyak tertutup dari pada terbuka. Mengapa demikian? Karena harga buku semakin lama semakin jauh melambung melebihi daya beli masyarakat. Jadi kalau ada yang berpendapat bahwa minat baca masyarakat berkurang maka kita harus mengingat bahwa untuk sebagian besar manusia ‘urusan perut lebih utama dari pada membeli bahan bacaan’.
Namun kita harus juga mensyukuri bahwa ada banyak sekali gerakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengupayakan agar buku bisa terjangkau oleh masyarakat.
            Ada yang menggelar penjualan buku dengan harga murah. Tapi umumnya adalah semakin banyak di buka taman bacaan atau perpustakaan. Walau belum dilakukan secara serentak atau terorganisir tapi hal ini sudah sangat menolong masyarakat untuk mendapatkan akses informasi melalui bahan bacaan atau untuk memuaskan kesenangan membaca.

            Saya adalah salah satu orang yang merasakan betul dampak ekonomi di negeri ini terhadap harga buku. Masalahnya adalah dalam sepuluh tahun terakhir ini penghasilan saya tidak lagi sebesar seperti sebelumnya sehingga seperti yang saya tuliskan di atas ‘urusan perut lebih utama dari pada membeli bahan bacaan’. Dulu setiap bulan setidaknya 2-3 buku saya bisa beli. Itu jumlah minimal. Belum lagi majalah dan koran yang rutin saya beli. Tapi selama sepuluh tahun ini untuk membeli sebuah tabloid seharga lima ribu saja saya harus berpikir sepuluh kali. Yah, sedih juga rasanya harus mengorbankan hobi membaca tapi apa boleh buat. Sikonnya demikian. Tapi saya sudah belajar untuk menjalani sikon apa pun dengan iman.
            Dan Tuhan memberikan jalan keluar yang tidak saya duga. Enam tahun lalu seorang ibu di kompleks perumahan tempat tinggal saya secara swadaya membuka sebuah perpustakaan dirumahnya.
Kebetulan ibu ini juga membuka les matematika sempoa dan bahasa Inggris dirumahnya itu. Kami berdualah yang menjadi pengajarnya. Keuntungan sebagai pengajar di tempat les merangkap perpustakaan itu adalah saya bisa membaca dan meminjam semua buku yang ada di situ tanpa ada batas waktu. Tidak bisa dikatakan bagaimana gembiranya saya bisa memuaskan kerinduan untuk membaca buku.
            Berkat beberapa buku yang saya baca di perpustakaan beliau itulah yang mendorong saya untuk mulai berani menulis. September 2010 saya membuat blog (www.kekeyohanes@blogspot.com). Sampai Agustus 2011 tercatat blog itu sudah dikunjungi (di baca) oleh lebih dari 2,800 orang dari berbagai kota di Indonesia dan juga dari berbagai negara.
            Buku telah memberikan kepada saya pengetahuan. Buku juga telah menjadi satu dari sekian hal yang menginspirasi saya.
            Gereja Kristus Pos Kartini ini pun memiliki perpustakaan. Hari Minggu, 14 Agustus lalu ibu Livia, ibu Henny dan saya melakukan stock opname. Wah, mata saya ‘hijau’ melihat begitu banyak buku. Mulai dari buku anak-anak, pemuda, majalah, buku rohani dan buku bertema umum ada di perpustakaan ini. Memang belum terlalu lengkap tapi lumayanlah dari pada tidak ada.
            Bila memang ingin lebih lengkap atau lebih banyak, perpustakaan akan sangat gembira menerima sumbangan buku-buku dari anda semua. Tidak perlu baru kalau memang anda tidak memiliki buku baru atau belum bisa membeli yang baru. Buku atau majalah yang tidak baru pun akan di terima dengan tangan terbuka. Walau tentunya mohon diperhatikan apakah kondisi fisik dan tema buku itu layak atau tidak untuk disumbangkan kepada perpustakaan gereja.

            Mengingat pula bahwa semua buku yang berada di perpustakaan ini berprinsip ‘dari kita untuk kita’ maka saya juga ingin menghimbau supaya bersama-sama kita bisa menjaga keutuhan dan kerapihannya selain tentunya menjaga agar tidak hilang dan dapat dikembalikan tepat waktu.
            Sekali lagi harus kita ingat bahwa buku merupakan salah satu sumber pengetahuan dan informasi. Karena itu marilah kita ikut menyebarkan pengetahuan dan informasi tersebut karena banyak orang bisa mendapat manfaat dan keuntungan dari padanya.
Ada banyak cara untuk melayani Tuhan. Dan ini adalah salah satu bentuk pelayanan untuk Tuhan karena Tuhan berfirman “... lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (I Kor 10:31).

Ciomas, Kamis, 19 Agustus 2011
- Keke Muliawati Yohanes -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar